Tuesday, 5 November 2013

You moved my heart...



(Courtesy Google)
Its a quiet Tuesday morning, a holiday for us in Malaysia. To Muslims, its Muharram, the first month in our calendar. I don't know...I guess it was as if something was puling me towards my apple gadget. The first thing I did after completing my morning prayers and other necessary tasks, I started reading news, updates and gossips...I check out my whatsapp group with BBGS friends. Oh myyyy...

A great reminder...thank you Gye, for making my day...what would I do without you ladies in my life!

Salam Maal Hijrah...Airmata Rasulullah s.a.w.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidah mengizinkannya masuk. 'Maafkanlah, ayahku sedang demam, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?' 'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut.
Lalu Rasulullah s.a.w. menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. 
'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut,' kata Rasulullah s.a.w. Fatimah pun menahan ledakkan tangisannya. 
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah s.a.w. menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yabg sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah s.w.t. dan penghulu dunia ini.
'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?' tanya Rasulullah s.a.w. dengan suara yang amat lemah. 'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah s.a.w. lega, matanya masih penuh kecemasan. 
'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?' tanya Jibril lagi. 'Khabarkan kepadaku bagaiman nasib umatku kelak?' 'Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. 
Perlahan ruh Rasulullah s.a.w. ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah s.a.w. bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,' perlahan Rasulullah s.a.w. mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampngnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. 'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?' tanya Rasulullah s.a.w. pada Malaikat pengantar wahyu itu. 'Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril. 
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah s.a.w.mengaduh kerana sakit yang tidak tertahan lagi.
'Ya Allah, dahsyatnya maut ini, ditimpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku'
Badan Rasulullah s.a.w. mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu...
Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa 'peliharalah shalat dan peliharah orang-orang yang lemah diantaramu'. Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah s.a.w. yang mulai kebiruan. 'Ummatii, ummatii, ummatii?' - Umatku, umatku, umatku' 
dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. 

Like you, I've read this message many times before this. But, this morning, this same message cum story of our beloved Muhammad s.a.w. really moved my heart... My childhood friend, wrap up the message with a dua', a prayer...
(Courtesy Google)

Ya Allah
Muliakanlah yang membaca pesan ini
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya, dan
Luaskanlah rezekinya seluas lautan yang engkau ciptakan
Mudahkan segala urusannya
Kabulkan cita-citanya
Jauhkan dari segala penyakit, fitnah, prasangka, keji, berkata kasar dan mungkar
Jauhkan dari segala musibah
Serta terimalah semua amal ibadahnya, dan
Kelak jadikanlah dia penghuni Syurga-Mu
Amin Ya Rabbi 'Alamin

Little did I realized, tears started to roll down my cheeks...I believe, its the little things in life that make tons of difference  and most often than not, these little things came from your circle of family and freinds. Alhamdulillah. Syukur. I'm blessed!
(Courtesy Google)


Cheers
azween

No comments:

Post a Comment